Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Kesesatan Parti Politik dan Taksub Kepartian

Farid bin Ahmad bin Manshur menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin (PAS dan PAn) banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jamaludin Al-Afghani pada beberapa hal, antaranya:

1. Menjadikan politik sebagai matlamat utama
2. Mengorganisasikan secara rahsia
3. Menyeru kepada demokrasi
4. Menghidupkan dan menyebarkan seruan nasionalisme
5. Mengadakan gabungan , peleburan dan pendekatan dengan Syiah Rafidhah, berbagai kelompok sesat, bahkan kaum Yahudi dan Nashrani serta musyrikin.

Oleh sebab itu, jamaah Ikhwanul Muslimin banyak memiliki penyimpangan dari dasar-dasar Islam yang difahami As-Salaf As-Shalih. Di antara penyimpangan tersebut misalnya:

TIDAK MEMPERHATIKAN MASALAH AQIDAH DENGAN BENAR
Syaikh Abdul Aziz bin Bazz berkata sebagaimana dalam majalah Al-Majalah edisi 806 tanggal 25/2/1416 H halaman 24 :..”Harakah Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para ahlul ‘ilmi yang mu’tabar ? terkenal-.Salah satunya (karena) mereka tidak memperhatikan masalah da’wah kepada tauhid dan memberantas syirik serta bid’ah. Maka sewajibnya bagi Ikhwanul Muslimin untuk memperhatikan da’wah Salafiyah da’wah kepada tauhid, mengingkari ibadah kepada kubur-kubur dan meinta pertolongan kepada orang-orang yang sudah mati seperti Hasan, Husein, Badawi dan sebagainya.Wajib bagi mereka untuk mempunyai perhatian khusus dengan makna Laa Ilaaha Illallah Karena inilah pokok agama dan suatu yang pertama kali didakwahkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia di kota Mekkah!!) Bukti nyata bahwa jama’ah Ikhwanul Muslimin tidak memeperhatikan perkara aqidah dengan benar, adalah banyaknya anggota-anggota yang jatuh dalam kesyirikan dan kesesatan, serta tidak memiliki konsep aqidah yang jelas.

Hal itu juga bahkan terjadi pada para pemimpin dan tokoh-tokohnya, yang menjadi ikutan bagi anggota-anggotanya seperti: Hasan Al-Banna, Sa’id Hawwa, Sayyid Qutb, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba`i dan lain-lain.

Seorang tokoh Islam (Muhammad bin Saif Al-A`jami) menceritakan bahwa Umar Tilimsani yang menjawat jawatn  Al-Mursyidu Al-`Am dalam organisasi Ikhwanul Muslimin dalam jangka waktu yang lama, pernah menulis buku yang berjudul “Syahidu Al-Mihrab Umar bin Al-Khattab (Umar bin Al-Khattab yang wafat syahid dalam mihrab) “Buku ini penuh dengan ajakan kepada syirik, menyembah kuburan, membolehkan beristighatsah kepada kuburan dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla di samping kubur. Tilimsani juga menyatakan bahwa kita tidak boleh melarang dengan keras penziarah kubur yang melakukan amalan seperti itu.

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: