Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Hukum Lakonan

Shaykh al-Wadi’i berkata,

Diantaranya : Mengadakan pertunjukan sandiwara. Dalam hal ini, Syaikh Muqbil memberikan tanggapan :”Sesungguhnya pertunjukan sandiwara itu, kalaupun tidak dikatakan dusta, amatlah dekat kepada kedustaan. Kita meyakini keharamannya, selain itu juga bukan merupakan sarana dakwah yang digunakan ulama kita terdahulu.”

Imam Ahmad meriwayatkan satu hadits dari Ibnu Mas’ud , bahwasanya Rosulullah bersabda : Manusia yang paling keras disikda hari kiamat nanti ada tiga : Orang yang membunuh seorang nabi atau dibunuh olehnya, seorang pemimipin yang sesat dan menyesatkan, dan pemain lakon (mumatsil).[11]

Beliau melanjutkan :”Yang dimaksud mumatsil disitu adalah pelukis atau orang yang melakonkan perbuatannya di hadapan orang lain. Sebagaimana ditegaskan dalam kamus”. []. Para ulama juga lebih mengharamkan (sandiwara) lagi, tatkala sering terjadi dalam sandiwara seseorang harus memerankan diri sebagai orang kafir, bahkan penyembah berhala yang mempraktekkan ibadahnya di hadapan patung. Dan banyak lagi yang lainnya.

Syaikh Dr. Sholeh Al Fauzan menjelaskan :”Pendapat saya , bahwa sandiwara (itu) Tidak Harus !! kerana beberapa sebab :

1. Tujuan sandiwara adalah membuat para hadirin tertawa
2. Tasyabuh dengan orang-orang yang tidak baik
3. Cara da’wah seperti ini bukanlah cara da’wah yang dicontohkan Nabi sallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para Salafusholih. Sandiwara-sandiwara tersebut tidaklah dikenal kecuali dari orang-orang kafir yang menular kepada kaum muslimin dengan alasan da’wh.dpun menjdikn sandiwara sebagai wasilah da’wah ini Juga Tidak Benar, karena wasilah da’wah adalah Tawqifiyyah/ sudah tetap diatur oleh syarak.[13]

Syaikh Bakr Abu Zayd berkata dalam bukunya : At-Tamstil” hal 18: “Akhirnya para ulama peneliti mengetahui bahwa bibit sandiwara ini dari syiar ibadah orang-orang Yunani.” .Syaikh Hammud ibnu Abdillah at-Tuwayjuri juga menegaskan :”Sesungguhnya menjadikan sandiwara sebagai sarana da’wah kepada Allah bukanlah termasuk Sunnah Rasul dan Sunnah Khulafaur Rasyidin.Akan tetapi ini adalah cara da’wah yang diada-adakan di zaman kita. Lihat Al Hujjatul Qowiyyah hal :64-64 oleh Syaikh Abdussalam Ibnu Barjas,

Lihat almanhaj.or.id/1653-membongkar-kesesatan-dan-penyimpangan-gerakan-dakwah-ikhwanul-muslimin.html

Nasyid Jahiliyyah

Pengikut parti suka kepada nasyid2 yang mereka namakan nasyid islami, yang sebenarnya lagu dan muzik jahiliyyah yang diharamkan. Mereka menghalalkannya dengan nama seni dan dakwah kerana kebodohan mereka. Bahkan ada qasidah2 syirik mereka dendangkan dan didendangkan kepada tanpa mereka ingkari spt “hasbi rabbi…, selawat2 rekaan syirik dan batil dll.”

Di masjid2 mereka pasang lagu2 nasyid yang munkar. zikir2 palsu dan selawat2 palsu. Mereka melakukan bid’ah dengan memasang ayat al-Quran dengan kuat dan qasidah2 batil sebelum azan! Mereka cipta agama mereka sendiri, mereka bukan mengikuti agama Muhammad saw.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: