Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Bahaya Ulama Palsu dan Ustaz2 Jadian

4 Jenis Ulama Sesat dan Palsu.

1.Ulama al-fitnah yang mengambil mutashabih dan tidak yang muhkam, tidak mengembalikan mutashabih kepada muhkam, sengaja menta’wil al-Quran dan Hadith secara batil. Dalam hati mereka ada zaygh. Tujuannya adalah fitnah (menyesatan) dan ta’wil batil mengikut hawa nafsu mereka dan keinginan syaitan-syaitan mereka.

2.Ulama ar-rasikhun fil ‘ilm, teguh dan mendalam ilmunya. Beriman dengan semua ayat Allah muhkamat dan mutashabihat. Mereka tidak menta’wil ayat-ayat Allah hawa nafsu mereka, tidak melakukan tashri’. Mereka adalah ahli hikmah dan ulul albab.

3.Ummiyyun (juhala’ yang menganggap diri mereka ulama) sedangkan mereka tidak mengetahui dalil-dalil, tidak mengetahui bahasa Arab, sahih da’if palsu, hanya taqlid buta, mengikuti cerita dongeng, membuat andaian-andaian, sangkaan-sangkaan dan rekaan-rekaan. Sedangkan zann tidak sampai kepada kebenaran sedikit pun.

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ}(البقرة، 78)

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (al-Baqarah: 78).

Kebanyakan mereka ada menghafaz sedikit ayat, mereka berniat baik tetapi mereka jahil dan taqlid buta, seperti pencari kayu api waktu malam. Mereka mengambil maklumat dari orang-orang terdahulu, dari situ dan sini.

Ulama ummiyyun ini menyesatkan manusia, dengan merekacipta kedustaan terhadap Allah, apa yang mereka tidak ketahui, dan awam tertipu dengan mereka.

Ada dari mereka yang menulis buku-buku mencampurkan antara haq dan batil, zahirnya haq dan hakikatnya batil. Sekiranya ia mengetahui bahawa apa yang dilakukan itu salah, maka mereka diancam wayl .

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ} (البقرة، 79)

Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (al-Baqarah: 79).

4.Ulama ad-dalal.

Ini golongan yang bahaya kerana mereka sengaja menyembunyikan kebenaran, dan melakukan tahrif terhadap kalam Allah. Seperti mendakwa diri mereka wusata’ antara makhluk dan tuhan, mereka menjatuhkan orang ramai ke dalam syirik. Mereka sesat dan menyesatkan.

Segolongan ahli kitab melakukan kesesatan ini. Dalam hadith disebut munafiq ‘alim al-lisan. Antara sifat ulama ad-dalal ini
Pertama, menyembunyikan kebenaran dengan tujuan kasb. (Ali ‘Imran: 187). carma
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ} (آل عمران، 187)
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (iaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima. (Ali ‘Imran: 187)

Mungkin menzahirkan kebenaran menyebabkan kemarahan orang ramai atau para pemimpin. Ulama seperti ini dilaknat Allah dan seluruh makhluk. Al-Baqarah 159-160)
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ. إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ} (البقرة، 159_ 160)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat. (al-Baqarah:159).
Kedua, tahrif kalam Allah. Mereka mentafsirkan kalimah atau ayat dengan mencari tafsiran baru yang batil, mereka merosakkan janji Allah, dilaknat dan dijadikan hati mereka keras. Ma’idah 13.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ } (المائدة، 13)
Maka dengan sebab mereka memungkiri janji mereka, Kami laknat mereka dan kami jadikan hati mereka keras, mereka menyelwengkan kalimah Allah dari tempat-tempatnya (maknanya yang sebenar)…(al-Ma’idah: 13)

Ketiga, sengaja lupa. Akibat nya berlaku permusuhan dan kebencian sesame manusia.
3_ تعمد النسيان، لتبديد الاهتمام بقضية أو بحكم شرعي. وفي مثل هذا قال تعالى {وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ} (المائدة، 14}.
Dan dari kalangan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (al-Ma’idah: 14).

Keempat, enggan bertahakum kepada kitab Allah ketika ikhtilaf.
قال الله تعالى {أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ} (آل عمران، 23)
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). (Ali ‘Imran:23)

Kelima, meninggalkan kitab dan sibuk dengan yang lain. Sedangkan ia telah mengetahui kebenaran dan tertegakkan kepadanya hujjah. Seperti bal’am atau cendekiawan arab yang disebut seperti anjing yang menjelir-jelir, fa kana min al-ghawin.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ. وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ} (الأعراف، 175_176)
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (Al-A’raf 7:175)
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (Al-A’raf 7:176)

Ada ulama yang merujuk tasawuf dan ilmu kalam syirik, fahaman liberalism, pluralism, sekulerism, scientism dsb. Mengambil undang-undang jahiliyyah ciptaan taghut.

Keenam, tajahul al-kitab ketika bertentangan hawanafsu mereka. Al-Quran telah menyebut tentang golongan ini.

وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ} (البقرة، 101).

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). (al-Baqarah: 101).

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: