Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Banyak Berdoa Hari Jumaat

Hari Jumaat adalah hari mustajab doa. Hendaklah setiap muslim dan muslimah membanyakkan doa pada Hari Jumaat.

Pertama, bermula ketika imam naik minbar hinggalah selesai solat Jum’at, berdasarkan hadith,

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai solat Juma’at selesai” (HR Muslim, 853 dari Abu Musa al-Ash’ari radhiallahu ’anhu).

Ini dipilih oleh Imam Muslim, Bayhaqi, Ibn al-Arabi, al-Qurtubi dan An Nawawi.

Kedua, yaitu setelah ashar hinggalh terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Dawud, no.1048 dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur di kalangan para ulama.

Ketiga, setelah ashar, iaitu akhir-akhir hari Jum’at. Ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Ini pilihan Ibnu Hajar iaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu ‘Abdil Barr.

Mustajab Doa Ketika turun hujan.

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh kerana itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan dengan berdoa.

 

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: