Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Kewajipan mengambil Allah sebagai al-Waliyy

Allah SWT berkata, dalam Surah al-An’am ayat 14 ,

قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (12)

Katakanlah (bertanyalah wahai muhammad kepada musyrikin): “Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “(semua itu) adalah milik Allah. DIA telah menulis (menetapkan) atas diriNya memberi rahmat.* Demi sesungguhnya DIA akan menghimpunkan kamu sekalian pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya”. Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah), maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman. (12).

Yakni mereka tidak percaya kepada Hari Qiyamat dan tidak takut azab yang keras pada hari itu. maka mereka itu tidak beriman dan tempat mrk api neraka Jahannam.

Dalam Sahihayn, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT ketika telah selessai menciptakan makhluk, DIA menulis satu kitab , di sisiNYA di atas arasy, sesungguhnya rahmatKU mengalahkan kemarahanKU.” Dalam lafaz lain, “…mendahului kemarahanKU.”

Sifat penciptaan dan pemilikan Allah terhadap seluruh alam adalah sifat RububiyyahNYA. yang diakui manusia hatta oleh musyrikin. epatuntnya manusia menyembah Allah, mentawhidkanNYA dan meninggalkan semua sembahan lain, krn mrk adalah ciptaan dan milik ALLAH.

Allah mempunyai sifat kitabah (menulis), bukan semata-mata menentukan qadha’ atau menetapkan taqdir. Sepertimana Allah mempunyai Tangan yang haqiqi dan al-qalam (pen).

Allah SWT juga mempunyai sifat Rahmat yang haqiqi,* bukan sekadar iradat memberi pahala spt fahaman Ahli Kalam yang sesat dan keliru.

Manusa sendiri memilih kesesatan dan kesudahan mrk di Akhirat, Allah tidak menzalimi sesiapa pun.

Allah SWT berkata,

وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (13)

“Dan bagi Allah jualah apa yang ada pada waktu malam dan siang; dan Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.” (13)

Allah SWT berkata,

قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (14)

Katakanlah (wahai Muhammad): “Patutkah aku mengambil (memilih) wali (pelindung) yang lain dari Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Ia pula yang memberi makan dan bukan Ia yang diberi makan?”

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama sekali menyerah dirikan kepada Allah (Islam), dan (aku diperintahkan dengan firmanNya): `Jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan orang-orang musyrik itu. ‘ ” (14) (al-An’am: 12-14)

Allah adalah waliyy bagi manusia dan sekalian makhluk, wali bermaksud nasir, ilah ma’bud, muta’, qayyim, musharri’, tempat meminta bantuan dan pertolongan dalam segenap kesusahan dan bala bencana, bukan dari mana-mana taghut dan berhala.

al-Tabari menukilkan dari al-Suddi,

أما ” الولي”، فالذي يتولَّونه ويقرّون له بالربوبية .

Adapun wali maksudnya ialah yang mereka berikan wala’ (cinta dan ketaatan), yang mereka akui bagiNYA rububiyyah (hak penciptaan dan sembahan). Tafsir al-Tabari. Siapa yang diberikan walaa’ , dia lah yang diberikan ibadah dan tahkim.

al-Qurtubi berkata,

أتخذ وليا أي : ربا ومعبودا وناصرا دون الله

wali adalah rabb, ma’bud dan naasir. Tafsir al-Qurtubi.

Ulasan : menterjemahkan rahmah sebagai memberi rahmat (ayat 12) adalah saki baki pemikiran ahli kalam yang menafikan sifat Rahmat bagi Allah, yakni Allah yidak bersifat rahmat tetapi hanya memberi rahmat dan pahala. Ini baatil.

Pengajaran.

1. Setiap pendakwah mesti mengajak kpd tawhid dan melarang keras akan semua bentuk syirik. Inilah manhaj dakwah para nabi.

2.Mengambil Allah sebagai wali yakni ilah ma’bud, mahbub, muta’, tempat mengadu, tempat meminta pertolongan dari segala bala bencana dan malapetaka atau kesusahan (lihat al-Tabari dari al-suddi). musharri’ (pencipta undang-undang bagi manusia : legislator) dan qayyim (pengurus).

3.Talaqqi syariah dan undang2 dari NYA semata-mata. Sebagaimana talaqqi dariNYa semata2 dalam urusan ibadah. bukan dari makhluk. Wajib menerima syariah semuanya tanpa meninggalkannya walaupun satu.

4. Musyrikin Arab tidak mengingkari sifat Tangan, Kitabah, Istiwaa’ di atas arasy, tidak seperti jahmiyyah mu’tazilah sepanjang zaman. Ini bermakna jahmiyyah sesat dalm sifat2 Allah, lebih teruk dari musyrikin arab dalam bab Sifaat.

5. al-Waliyy termasuk dalam rububiyyah, uluhiyyah dan Sifat Allah.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: