Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Barzanji Batil

Berdoa dan Beristighathah kepada Nabi. Qasidah ini ada syirik akbar kerana mengangkat Nabi saw sebagai Tuhan, Ghaffar, Rafii’ al-Darajat yang semua itu milik Allah sahaja satu-satuNYA.

Barzanji berkata dalam halaman 1114:

يا بشير يا نذير

فأغثني و أجرني يا مجير من السعير

يا ولي الحسنات يا رفيع الدرجات

كفر عني الذنوب و اغفر عني السيأت

Wahai pemberi khabar gembira dan pemberi peringatan

Tolonglah aku dan selamatkan aku, wahai penyelamat dari neraka Sa’ir

Wahai pemilik kebaikan-kebaikan dan pemilik derajat-derajat

Hapuskanlah dosa-dosa dariku dan ampunilah kesalahan-kesalahanku

Subhanallah!
Ini adalah kesyirikan dan kekufuran yang nyata kerana penulis berdoa kepada Nabi dan menjadikan Nabi sebagai penghapus dosa, dan penyelamat dari azab neraka, sedangkan Allah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا(20)قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا(21)قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا(22)

“Katakanlah: “Sesungguhnya Aku hanya menyembah Rabbku dan akau tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.”
Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan.” Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.” (QS. Al-Jin: 20-22)

*************************************************

Imam Shaykh ‘Abdur Rahman bin Naasir as-Sa’di berkata:

“Katakanlah kepada mereka wahai rasul sebagai penjelasan dari hakikat dakwahmu: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Rabbku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” Ya’ni aku mentauhidkan-Nya, Dialah Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku lepaskan semua yang selain Allah dari berhala dan tandingan-tandingan, dan semua sembahan yang disembah oleh orang-orang musyrik selain-Nya.

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak berkuasa mendatangkan suatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan.” yakni kerana aku adalah seorang hamba yang tidak memiliki sama sekali perintah dan urusan. .”

Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.”Yaitu tidak ada seorang pun yang dapat aku mintai perlindungan agar menyelamatkanku dari adzab Allah. Jika saja Rasulullah yang merupakan makhluk yang paling sempurna, tidak memiliki kemadhorotan dan kemanfaatan, dan tidak bisa menahan dirinya dari Allah sedikitpun, jika Dia menghendaki kejelekan padanya, maka yang selainnya dari makhluk lebih pantas untuk tidak bisa melakukan itu semua.” (al-Sa’di, Tafsir Taysir al-Karimir Rahman, hal. 1522 cet. Dar Dhakha’ir)

Ayat-ayat di atas dengan jelas menunjukkan atas larangan berdo’a kepada Rasulullah dan bahawa Rasulullah tidak berupaya menyelamatkan dirinya dari azab Allah apalagi menyelamatkan orang lain !

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: