Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Bahaya Menjadi Pemimpin

1. HARAM meminta jawatan. Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ عَلَى الْإِمَارَةِ، وَسَتَكُوْنُ نَدَامَةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. رواه البخاري
“Sesungguhnya kalian akan sangat menginginkan kekuasaan (‘imarah: jawatan) padahal kelak ia akan menjadi penyesalan besar pada Hari Qiyaamat”. HR al-Bukhari.
Rasulullas saw bersabda,
إِنَّا وَاللهِ لَا نُوَلِّي هَذَا الْعَمَلَ أَحَدًا سَأَلَهُ، أَوْ أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ. متفق عليه
“Sesungguhnya kami – demi Allah – tidak akan menyerahkan pekerjaan (iaitu jawatan) ini kepada orang yang memintanya atau orang yang tamak kepadanya”. HR al-Bukhari dan Muslim.
2. Bahaya Pemimpin Penipu dan Zalim.
مَنِ اسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ. متفق عليه. وفي لفظ : يَمُوتُ حِينَ
يَمُوتُ وَهُوَ غَاسِ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.
”Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga” [HR al-Bukhari dan Muslim]. Dalam lafaz yang lain disebutkan : ”Ia mati dimana ketika matinya itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah haramkan baginya syurga”.
Pemimpin bagi masyarakat kecil juga dalam bahaya besar. Ini kerana ia tidak terlepas dari penyakit zalim, malas, tidak prihatin dan tipu.
Rasulullah saw bersabda,
مَا مِنْ أَمِيْرِ عَشْرَةٍ إِلَّا يُؤْتَى بِهِ مَغْلُولَةً يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ، أطْلَقَهُ عَدْلُهُ أَوْ أوْبَقَهُ جَورُ
”Tidaklah ada seorang pun yang memimpin sepuluh orang, kecuali ia didatangkan dengannya pada hari kiamat dalam keadaan tangannya terbelenggu di lehernya. Entah keadilannya akan membebaskannya ataukah justeru kezalimannya akan melemparkanya (ke neraka)”.
Sahih al-shawaahid. HR al-Bazzaar sebagaimana dalam Kashful-Astaar (1640) dan al-Thabarani dalam Al-Awsat sebagaimana dalam Al-Majma’(5/205), dari hadith Abu Hurairah radhiyalaahu ‘anhu. Al-Haythami berkata : “Para perawi dalam riwayat pertama oleh al-Bazzaar adalah para perawi al-Sahiih”. Begitu juga dikatakan oleh al-Munziri dalam al-Targhiib wa al-Tarhiib (3/112).
Ini pemimpin 10 orang, bagaimana apabila memimpin sejuta, 10 juta, 20 juta??
3. Wajib kasih kepada rakyat, memudahkan urusan dan haram menyusahkan mereka. Telah berleluasa penyakit menyusahkan rakyat dengan tembok2, birokrasi, syarat2, temujanji2, rasuah dan hipokrit.
Nabi saw bersabda,
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.
”Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Single Post Navigation

One thought on “Bahaya Menjadi Pemimpin

  1. bagaimana dengan mereka yang berdalil (yang terakhir) :
    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.
    ”Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia”
    sebagai dasar halalnya mendoakan kejelekan kepada penguasa… apakah bisa dijadikan sandaran ?

    sangat ditunggu penjelasan dan bimbingannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: