Arabiyy

Tegakkanlah Agama Dan Janganlah Kamu Berpecah Belah

Aqidah Nuzul

1.al-Imam al-Shafi’i rahimahullah berkata:

“Bahwasanya Allah turun pada setiap malam ke langit dunia berdasarkan khabar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[6]

2.Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyah rahimahullah dalam kitabnya menukilkan perkataan al-Imam al-Shafi’i rahimahullah, beliau berkata:

“Bahwasanya Allah Azza wa Jalla di atas ‘ArsyNya di langitNya, lalu mendekat kepada makhluk-Nya menurut bagaimana yang Dia kehendaki, dan sesungguhnya Allah turun ke langit dunia menurut bagaimana yang Dia kehendaki.”

Ahlus Sunnah menetapkan tentang turunnya Allah Subhanahu wa Ta’ala ke langit dunia setiap malam sebagaimana mereka menetapkan seluruh sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Al-Qur-an dan As-Sunnah. Oleh kerana itu, orang-orang salih senantiasa mencari waktu yang mulia ini untuk mendapatkan kurniaan Allah Azza wa Jalla dan RahmatNya, mereka melaksanakan ibadah kepada Allah dengan khusyu’, memohon ampunan kepada-Nya dan memohon kebaikan di dunia dan di akhirat. Mereka menggabungkan antara khawf (rasa takut) dan raja’ (rasa harap) dalam beribadah kepada-Nya.

4.Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam, seraya menyeru: ‘Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka Aku memperkenankan do’anya?, siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya?, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku mengampuninya.”!?

5.al-Imam Abu ‘Uthman al-Sabuni (wafat th. 449 H) rahimahullah dalam I`tiqad Ahl al-Sunnah berkata:

“Para ulama ahli hadith menetapkan turunnya Rabb Azza wa Jalla ke langit terendah pada setiap malam tanpa menyerupakan turun-Nya Allah itu dengan turunnya makhluk (tashbih), tanpa mengumpamakan (tamthil) dan tanpa menanyakan bagaimana turun-Nya (takyif). Tetapi menetapkannya sesuai dengan apa-apa yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengakhiri perkataan padanya (tanpa komentar lagi), memperlakukan kabar sahih yang memuat hal itu sesuai dengan zahirnya, serta menyerahkan ilmunya kepada Allah.”

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: